Trik cepat mendapatkan jodoh

Begini ceritanya saudara-saudari, beberapa hari ini q bertemu dengan temenku, dia belum menikah sedangkan usianya sudah hampir 30 tahun. Aku faham bahwa seratus persen jodoh ada ditangan tuhan, namun demikian bukankah kita sebagai umat manusia wajib untuk berusaha untuk mendapatkanya?

Menurutku, ada beberapa point yang harus sobat-sobat khusunya yang belum menemukan jodoh perhatikan :

Pertama : Belajar memahami.

Yah… belajar memahami diri kita sendiri terlebih dahulu, jodoh seperti apa yang kita cari, lho kok bisa? Begini ceritanya : ada kecenderungan jodoh yang kita dapat sesuai dengan apa yang kita senangi atau kebiasaan kita. Sebagai contoh: a) seorang yang taat beragama akan mengidam-idamkan jodoh yang taat beragama pula. b) seorang yang berprofesi di kesehatan lebih memilih pasangan dalam hidupnya yang mempunyai perilaku baik dalam kesehatan (tidak merokok misalnya). Dari pemahaman diri tersebut maka semakin mudah kita memetakan jodoh kita kelak. Pingin dapat jodoh sholeh atau shalihah? So sepatutnya selagi masih bujang jangan suka berbuat maksiat dunk, “begitu maksud penulis.

Kedua: Belajar memperhatikan.

Ada kecenderungan seseorang bersifat egois, suka diperhatikan namun kurang suka diperhatikan. Begini ceritanya: Mana bisa seseorang memperhatikan kita bila kita tidak mau atau enggak terhadap orang lain? Selayaknyalah bila kita memberi perhatian pada orang lain secara proporsional (tidak lebih dan tidak kurang). Mengapa harus belajar memperhatikan? Jangan beranggapan rugi bila member perhatian pada orang lain, bisa jadi salah satu dari rekan, sobat, tetangga yang kita perhatikan suatu saat akan merekomendasikan kita pada seseorang yang kelak akan menjadi jodoh.

Sehingga belajar memperhatikan seseorang (peka terhadap lingkungan sekitar) hendaknya kita jalankan walaupun tidak hal tersebut tidak senantiasa berkaitan dengan jodoh.

Ketiga: Belajar mendengarkan.

Tidak sedikit dari seseorang malas mendengarkan keluhan dari orang lain, mereka lebih suka bercerita daripada mendengarkan. Ingatlah sobat! Mendengarkan cerita orang lain itu membosankan. So tidak menutup kemungkinan seseorang merasa bosan mendengar cerita sobat. Terus bagaimana dunk? Arahkan komunikasi menjadi komunikasi dua arah, saling mengisi. Tidak ada salahnya sobat belajar mendengarkan cerita atau keluhan orang lain (orang seperti inilah yang biasanya memiliki banyak teman) J dan dekat jodoh tentunya😀

Keempat: Belajar menerima apa adanya.

Menerima apa adanya yang penulis maksud adalah menerima apa adanya akan kondisi maupun status dari sobat-sobat kita. Siapapun mereka, apapun pekerjaannya, statusnya… dst dsb etc. terimalah merika menjadi teman sepenuh hati, jangan pernah membeda-bedakan mereka. Hal ini tidak bermaksud kita harus menuruti apapun kemaun mereka, namun tidak lebih dari melihat mereka adalah makhluk tuhan yang wajib di hormati.

Adapun implikasi untuk urusan jodoh : sebelum melakukan pendekatan timbang dulu untung ruginya, bila sudah “clik” lakukan pendekatan, jika sudah jadian terimalah dia apa adanya, bukankah tidak ada seorangpun yang sempurna dimuka bumi ini!

Kelima: Belajar mempertahankan.

Mencari lebih mudah daripada mempertahankan (adakalanya demikian), mencari temen gampang, kasih uang ajak bersenang-senang maka jadilah dia teman. Namun mempertahankan tidaklah mudah. Mempertahankan persahabatan butuh kesabaran.

Implikasi untuk jodoh: pertahankan pasangan anda sebaik-baiknya karena bisa jadi dia adalah yang terbaik untuk anda. Red(bukankah sebelum jadian anda sudah memperhitungkan untung dan ruginya?)

Semoga artikel tersebut bermanfaat. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s